Faktor yang mempengaruhi Let Down Reflex dan Pemberian ASI

wp-1462741899735.jpgFaktor yang mempengaruhi Let Down Reflex dan Pemberian ASI

Let down reflex (LDR) atau reflek pengeluaran ASI. Ketika ibu berpisah dengan bayi karena pekerjaan, LDR sangat bermanfaat karena membuat kegiatan memerah ASI jadi lebih efisien, menghemat waktu dan tenaga dengan hasil perahan yang cukup banyak.

Let down reflex dipengaruhi oleh kinerja hormon oxytocin yang efeknya pada kelenjar payudara adalah menyemburkan ASI (milk ejection). Oxytocin menyebabkan kontraksi otot-otot myoepithel di sekeliling alveoli mamae, atau kantong-kantong penyimpan susu, sehingga ASI mengalir ke saluran ASI (duktus lactiferous) dan mencapai sinus di belakang areola mamae (area berwarna hitam di sekitar putting susu). Ketika bayi menghisap, ia akan menekan sinus dan ASI mengalir keluar melalui lubang-lubang di puting susu. Butuh waktu beberapa detik sampai menit untuk memunculkan LDR. Limapuluh persen wanita yang menyusui dapat merasakan tanda-tanda LDR seperti ditusuki jarum  pada payudara. Terasa atau tidaknya kehadiran LDR bukan suatu tanda ada tidaknya LDR pada saat akan menyusui. Suatu kondisi yang normal ketika Let down reflex tak terasa kuat saat bayi beranjak besar.

  • Let Down Reflex Strategi menyusui yang efektif salah satunya adalah mengkondisikan ASI mengalir lancar dan deras. Kunci pancaran ASI yang adekuat dan memuaskan bayi terletak pada adanya let down reflex (LDR) atau reflek pengeluaran ASI. Ketika ibu berpisah dengan bayi karena pekerjaan, LDR sangat bermanfaat karena membuat kegiatan memerah ASI jadi lebih efisien, menghemat waktu dan tenaga dengan hasil perahan yang cukup banyak. LDR dipengaruhi oleh kinerja hormon oxytocin yang efeknya pada kelenjar payudara adalah menyemburkan ASI (milk ejection). Oxytocin menyebabkan kontraksi otot-otot myoepithel di sekeliling alveoli mamae, atau kantong-kantong penyimpan susu, sehingga ASI mengalir ke saluran ASI (duktus lactiferous) dan mencapai sinus di belakang areola mamae (area berwarna hitam di sekitar putting susu). Ketika bayi menghisap, ia akan menekan sinus dan ASI mengalir keluar melalui lubang-lubang di puting susu. Butuh waktu beberapa detik sampai menit untuk memunculkan LDR. Limapuluh persen wanita yang menyusui dapat merasakan tanda-tanda LDR seperti ditusuki jarum (cekit-cekit) pada payudara. Terasa atau tidaknya kehadiran LDR bukan suatu tanda ada tidaknya LDR pada saat akan menyusui. Suatu kondisi yang normal ketika LDR tak terasa kuat saat bayi beranjak besar.
  • Hormon oksitosin diproduksi oleh bagian belakang kelenjar hipofisis. Hormon tersebut dihasilkan bila ujung saraf disekitar payudara dirangsang oleh isapan. Oksitosin akan dialirkan melalui darah menuju ke payudara yang akan merangsang  kontraksi otot di sekeliling alveoli (pabrik ASI) dan memeras ASI keluar dari pabrik ke gudang ASI. Hanya ASI di dalam gudang ASI yang dapat dikeluarkan oleh bayi dan atau ibunya.
  • Oksitosin dibentuk lebih cepat dibanding prolaktin. Keadaan ini menyebabkan ASI di payudara akan mengalir untuk dihisap. Oksitosin sudah mulai bekerja saat ibu berkeinginan menyusui (sebelum bayi menghisap).
  • Jika refleks oksitosin tidak bekerja dengan baik, maka bayi mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI. Payudara seolah-olah telah berhenti memproduksi ASI, padahal payudara tetap menghasilkan ASI namun tidak mengalir keluar.
  • Efek penting oksitosin lainnya adalah menyebabkan uterus berkontraksi setelah melahirkan. Hal ini membantu mengurangi perdarahan, walaupun kadang mengakibatkan nyeri.

Tanda-tanda Let Down Reflex ada dan berfungsi baik adalah :

  • Pada minggu-minggu pertama pasca persalinan ibu merasakan mulas pada perut bawah akibat kontraksi uterus disebut “afterpains”
  • Gaya hisapan bayi mengalami perubahan. Pada awal menyusu hisapannya pendek-pendek kemudian berangsur kuat dan lama sekali hisap dan bertahan begitu dalam beberapa menit
  • Bayi menelan ASI dengan kuat dan sering ditandai gerakan otot di depan telinga bayi
  • Ibu merasa sangat rileks, tenang sampai mengantuk
  • Ibu merasa sangat haus selama menyusui

Kondisi yang MENURUNKAN produki hormon oksitosin

  • Rasa sakit terutama saat menyusui
  • Rasa cemas, sedih, marah, kesal, atau bingung
  • Rasa cemas terhadap perubahan bentuk pada payudara dan bentuk tubuhnya, meniggalkan bayi karena harus bekerja dan ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi.

Tips meningkatkan Let down reflex sebelum menyusui

  • Mandi atau berendam di air hangat
  • Kurangi nyeri jika ada dengan minum analgesik ringan
  • Kurangi kecemasan dan depresi dengan bersikap tenang dan mengalihkan pikiran yang membebani
  • Mendengarkan dan menikmati musik kesayangan
  • Melakukan skin to skin dengan bayi
  • Duduk dengan nyaman dengan punggung disangga busa empuk atau menyusui sambil berbaring
  • Pijat Laktasi

Tips meningkatkan Let down reflex selama saat menyusui

  • Bernafas dalam sebagai teknik relaksasi
  • Berkomunikasi, menyanyi atau bersenandung
  • Perasaan dan curahan kasih sayang terhadap bayinya.
  • Celotehan atau tangisan bayi
  • Dukungan ayah dalam pengasuhan bayi, seperti menggendong bayi ke ibu saat akan disusui atau disendawakan, mengganti popok dan memandikan bayi, bermain, mendendangkan bayi dan membantu pekerjaan rumah tangga
  • Menggunakan visualisasi. Membayangkan bisa merasakan sensasi atau tanda-tanda LDR. Atau membayangkan ASI dapat mengalir bagaikan air terjun. Bisa juga dengan melihat barang perlengkapan bayi dan meletakkan lembut di payudara.
  • Menenangkan pikiran dan rileks dengan kondisi yang berkebalikan juga bisa dilakukan semisal nonton TV, membaca buku dan sebagainya
  • Letakkan handuk hangat di dada dan punggung atau meminta pasangan memijat punggung dengan lembut
  • Susui bayi bergantian antara payudara kiri dan kanan hingga LDR datang (jika aliran ASI sudah adekuat, susui bayi di satu sisi hingga bayi melepaskan hisapan, jangan ditukar-tukar dengan sisi sebelahnya)
  • Lanjutkan melakukan massage dan tekanan lembut pada payudara selama menyusui

Kiat memancing LDR untuk memompa ASI ketika berpisah dengan bayi :

1. Melihat foto bayi

2. Mendengarkan rekaman suara tangisan bayi atau suara bayi saat menyusu

3. Bawa selimut atau pakaian bayi yang habis dipakai lalu cium dan rasakan menjelang sesi memompa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s