Masalah atau Kekhawatiran Saat Rawat Gabung

img1456910048887.jpgMasalah atau Kekhawatiran Saat Rawat Gabung

Rawat gabung merupakan pilihan terbaik untuk merawat bayi dan ibu yang sehat karena dapat meningkatkan pemberian ASI, mengurangi risiko infeksi, meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi, dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan rumah sakit. Mengadakan program rawat gabung di rumah sakit membutuhkan komitmen yang kuat dari pihak penyelenggara pelayanan kesehatan, pengetahuan yang cukup bagi para petugas kesehatan dan pendampingan bagi para ibu dan keluarganya. Tidak ada kata sulit untuk memulai, yang dibutuhkan hanya tekad yang kuat. Saat ini Kementerian Kesehatan telah menentukan bahwa Rawat Gabung menjadi item untuk akreditasi rumah sakit.

Dalam melaksanakan rawat gabung, dapat muncul masalah atau kekhawatiran baik di pihak petugas maupun di pihak ibu dan keluarganya. Masalah dan kekhawatiran yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan pertentangan antara ibu atau keluarganya dengan petugas, atau antar petugas sendiri dan pada akhirnya akan menimbulkan resistensi dari petugas untuk melanjutkan
pelaksanaan rawat gabung. Karenanya hal-hal ini harus segera dikenali dan diatasi. Masalah atau kekhawatiran yang sering timbul adalah:

  • Masalah:
    Beberapa rumah sakit swasta mendapat pemasukan dari pemakaian ruang rawat bayi sehat dan karenanya enggan menutup unit ini.
    Cara mengatasi:
    Perhitungkan biaya yang dapat dihemat dari rawat gabung karena berkurangnya pemakaian pengganti ASI, berkurangnya jumlah petugas yang dibutuhkan untuk menyiapkan botol dan mengurus ruang bayi sehat, berkurangnya bayi yang menjadi sakit, dsb.
    Pertimbangkan untuk tetap menarik biaya dari perawatan bayi di ruang rawat gabung.
  • Masalah:
    Bayi lebih mudah diculik bila dirawat gabung daripada bila dirawat di ruang rawat bayi sehat.
    Cara mengatasi:
    Wajibkan petugas untuk memberitahu ibu agar meminta tolong orang lain (ibu lain, anggota keluarga, petugas) untuk mengawasi bayinya bila ibu keluar ruangan.
    Ibu perlu tahu bahwa tidak ada alasan untuk memindahkan bayi tanpa sepengetahuan ibu.
  • Masalah:
    Sulit memantau kondisi bayi yang menjalani rawat gabung. Cukup satu petugas untuk memantau semua bayi bila dirawat di ruang bayi sehat.
    Cara mengatasi:
    Yakinkan petugas bahwa bayi akan lebih baik dekat dengan ibunya,  dengan adanya keuntungan tambahan berupa kenyamanan, kehangatan dan dapat menyusu on demand. Bedding-in (bayi seranjang dengan ibu), bila sesuai dengan budaya setempat, memberikan situasi terbaik untuk memperoleh semua keuntungan tadi dan menghilangkan kebutuhan untuk membeli ranjang bayi. Bila ada masalah pada bayi yang menjalani rawat gabung atau seranjang dengan ibu, maka ibu dapat segera memberitahu petugas. Tekankan bahwa tidak diperlukan pengawasan 24 jam. Yang diperlukan hanya pemeriksaan berkala dan kesiapan petugas menanggapi kebutuhan ibu pada saat dibutuhkan.
  • Masalah:
    Ibu perlu istirahat setelah melahirkan, terutama di malam hari, dan bayi harus minum. Terutama setelah operasi sesar, ibu perlu waktu untuk pemulihan. Pada saat tersebut bayi
    harus diberi pengganti ASI.
    Cara mengatasi:
    Ajak para petugas untuk meyakinkan ibu bahwa dengan rawat gabung ibu memberikan yang terbaik untuk bayinya, tidak perlu banyak kerja tambahan, dan bahwa para petugas siap membantu bila dibutuhkan.
    Ajak para petugas untuk membahas dengan ibu bahwa semakin lama bayi bersama ibu semakin baik mereka akan mengenal mana yang normal dan mana yang abnormal, dan bagaimana memberikan perawatan yang baik. Lebih baik berlatih mengurus bayinya saat masih di rumah sakit, karena banyak petugas yang dapat menolong.
    Beri pengertian pada petugas bahwa setelah menyusui dengan baik, ibu dapat tidur lebih nyenyak bila bayinya bersamanya.
    Pastikan bahwa petugas tahu bagaimana menolong ibu yang menjalani bedah sesar untuk memilih tehnik dan posisi menyusui yang nyaman dan efektif.
    Bila operasi Caesar memakai anestesi regional atau lokal, menyusui dini kurang menjadi masalah. Walaupun begitu, ibu yang mendapat anestesi umum pun dapat segera menyusui begitu ibu sadar, bila petugas mendukung ibu.
  • Masalah:
    Tingkat kejadian infeksi lebih tinggi bila ibu dan bayi bersama-sama, daripada bila bayi di ruang bayi sehat.
    Cara mengatasi:
    Tekankan bahwa bahaya infeksi lebih sedikit bila bayi bersama ibu daripada bila di ruang rawat bayi sehat dan terpapar pada lebih banyak petugas.
    Sediakan data untuk petugas yang memperlihatkan bahwa dengan rawat gabung dan menyusui tingkat infeksi lebih rendah, misalnya diare, sepsis neonatus, otitis media dan meningitis.
  • Masalah:
    Bila pengunjung diperbolehkan memasuki ruang rawat gabung, bahaya infeksi dan kontaminasi akan meningkat. Sebagian ibu merasa perlu menerima tamu, dan dapat mengurusi bayinya nanti setelah pulang dari rumah sakit.
    Cara mengatasi:
    Tekankan bahwa bayi mendapat kekebalan dari kolostrum terhadap infeksi, dan penelitian-penelitian memperlihatkan bahwa infeksi lebih sedikit terjadi di bangsal rawat gabung daripada di ruang bayi sehat.
    Untuk membantu ibu merawat bayinya sebaik mungkin, batas jam berkunjung, jumlah pengunjung, dan larang merokok.
  • Masalah :
    Ruang rawat terlalu kecil
    Cara mengatasi:
    Tidak perlu mengadakan ranjang bayi. Bedding-in tidak memerlukan ruang tambahan.
  • Masalah :
    Bayi bisa jatuh dari tempat tidur ibu
    Cara mengatasi:
    Tekankan bahwa bayi baru lahir tidak bergerak. Bila ibu masih khawatir, atur tempat tidur agar berada dekat dinding, atau bila budaya setempat memungkinkan, rapatkan dua tempat tidur agar dua ibu dapat menaruh bayi-bayi mereka di tengah.
  • Masalah :
    Rawat gabung penuh sulit dilakukan karena ada prosedurprosedur
    yang harus dilakukan pada bayi di luar ruang rawat ibu.
    Cara mengatasi:
    Pelajari betul-betul prosedur-prosedur ini. Beberapa prosedur mungkin tidak perlu (misalnya menimbang bayi sebelum dan sesudah menyusu). Prosedur lain dapat dilakukan di kamar ibu.Ulas keuntungan bagi ibu dan waktu yang dapat dihemat dokter bila dokter memeriksa bayi di hadapan ibu.
  • Masalah :
    Pasien-pasien di ruangan privat merasa punya hak untuk menaruh bayinya di ruang bayi sehat dan memberi bayinya pengganti ASI, dan mengharapkan bantuan dari petugas perawat bayi.
    Cara mengatasi:
    Apa pun yang terbaik untuk pasien umum tentu juga baik untuk pasien privat.
    Pertimbangkan untuk melakukan pilot-project untuk menguji rawat gabung di kamar privat sebagaimana di bangsal umum.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s